Saat tahap pembangunan, banyak material yang digunakan, salah satunya adalah semen. Semen adalah material yang banyak digunakan dalam pembangunan, maka dari itu kualitasnya juga harus tetap terjaga. Namun banyak orang yang salah dalam menyimpan semen sehingga semen mengeras dan tak bisa lagi digunakan. Agar kualitas semen tetap terjaga, terdapat beberapa langkah cara menyimpan semen yang baik dan benar, yaitu:
Ruangan yang digunakan untuk menyimpan semen harus tertutup dan minim jendela agar terhindar dari sinar matahari dan hujan. Opsi lainnya jika tidak memungkinkan yaitu simpan sak semen pada tempat yang teduh, sebisa mungkin jangan ada celah untuk masuknya air hujan dan matahari, untuk perlindungan maksimal gunakanlah terpal untuk menutupi seluruh bagian semen.
Tumpukan sak semen yang benar adalah dengan cara bersilang seperti menumpuk batu bata pada bangunan, dengan cara tersebut sak semen yang ditumpuk tidak akan mudah terjatuh.
Selain itu, sebaiknya sak semen tidak ditumpuk terlalu tinggi untuk menghindari penekanan semen di bagian sak terbawah yang lebih besar. Semen sebaiknya ditumpuk tak lebih dari 10 kantong, Lebar tumpukan tidak boleh lebih dari 4 kantong atau 3 m. Jika semen mendapat tekanan besar maka kantong semen yang paling besar tekanannya bisa pecah.
Alas wajib dipakai Ketika akan memulai menumpuk semen. Hal itu harus dilakukan agar sak semen tidak bersentuhan langsung dengan lantai. Gunakan alas yang tebal agar semen tidak terkena air, contohnya seperti menggunakan papan kayu sebagai alas penumpukan. Kantong semen harus ditumpuk di atas papan kayu yang diletakkan sekitar 150 hingga 200 mm di atas lantai.